Tips mengelola keuangan keluarga

Jumat, 30 September 2016

Tips Keluarga

Tips Mengelola Keuangan Keluarga

Hai sobat, saya akan berbagi tips nih mudah-mudahan bermanfaat dan jadi solusi yang baik bagi sobat semua terutama bagi sobat yang baru berumah tangga.

Sebagai seorang istri, biasanya kita diberi tanggung jawab oleh suami untuk mengatur keuangan. Oleh karena itu para suami menyerahkan semua uang pada istrinya dan suami cukup menyisihkan uang di sakunya sekedar untuk keperluan dirinya supaya tidak harus meminta pada istri ketika mau membeli rokok, kopi ataupun untuk ongkos/bensin pada saat ngantor.

Kenapa kita perlu tahu tentang cara mengelola atau mengatur keuangan dalam keluarga? Banyaknya perpecahan dalam keluarga sebagian besar karena alasan ekonomi yang tidak mencukupi atau istri diketahui memiliki banyak utang sehinga suami kesal dan marah. Akhirnya terjadilah perceraian karena suami tidak menerima lagi istrinya yang banyak utang tanpa sepengetahuan suami.

Sobat semua, meskipun uang yang diberikan suami pada kita cukup besar tapi kita tidak pandai mengaturnya, keadaan ekonomi tetap tidak akan stabil. Buktinya masih banyak istri yang merasa kekurangan padahal pendapatan suaminya sangat besar. Sedikit saya memaparkan pengalaman dan hasil penelitian saya dalam menata keuangan dimana semenjak saya menerapkan seperti pada tips yang akan saya paparkan nanti saya tidak pernah mengalami kekurangan atau pusing karena tidak punya uang meskipun pendapatan suami sehari-hari tidak besar tapi saya jarang punya utang apalagi utang bekas makan atau belanja. Saya selalu berusaha menabung meskipun sedikit-sedikit sehingga ketika keuangan menipis saya masih punya cadangan dari uang yang ditabung tadi. Yuk sobat simak tips berikut. Boleh langsung sobat praktikan hari ini juga.

Memisahkan uang
Maksudnya sobat harus memisahkan uang untuk belanja sehari-hari dengan uang belanja bulanan atau untuk keperluan lain. Belanja sehari-hari seperti makan, jajan/bekal anak, ongkos ke kantor dll. Belanja bulanan seperti voucher listrik, isi ulang gas lpg, belanja bulanan dapur, arisan, biaya sekolah anak-anak, dll. Hal ini dimaksudkan supaya tidak terjadi pembengkakan pengeluaran dalam sehari-hari. Karena biasanya ibu-ibu menerima uang dari suami di awal bulan, para istri merasa senang ketika pergantian bulan dan dengan leluasa membelanjakan uang tersebut sampai-sampai ketika belanja keperluan dapur barang yang kurang perlu ikut masuk di keranjang belanjaan. Lupa kalau uang yang dikasih suami harus cukup untuk sebulan. Karena uang habis sebelum waktunya, solusi yang diambil adalah mencari pinjaman. Akibatnya uang belanja bulan depannya terpotong karena dipakai membayar utang. Setiap bulan kurang dan pinjam lagi begitu seterusnya gali lobang tutup lobang. So, mulai sekarang tak akan terjadi hal itu.

2. Menabung
Dalam keadaan sulit pun sobat dianjurkan untuk tetap menabungkan sebagian uang untuk bekal masa mendatang supaya ketika sobat menghadapi keperluan besar seperti biaya pendidikan anak, harus membangun atau merenovasi rumah, beli kendaraan baru, persiapan tambahan modal usaha dan lain sebagainya tidak usah pusing-pusing mencari pinjaman.

3. Hindari belanja yang kurang perlu Biasanya ibu-ibu kurang bisa menahan untuk belanja kalau sudah terlanjur melihat-lihat perabotan cantik atau pakaian model baru. Apalagi sekarang para pedagang sudah mulai datang ke rumah-rumah menjajakan barang dagangannya. Bukan tidak boleh belanja kaya gituan tapi sobat harus ingat "mengurangi atau menggindari belanja sesuatu yang kurang perlu dan memprioriraskan sesuatu yang lebih urgen atau penting" agar program mengelola keuanganya berhasil.

4. Memotivasi dan membantu Seorang istri harus rela membantu suami dalam meningkatkan perekonomian keluarga apabila pendapatan suami dapat dikatakan minim sehingga perlu mencari sumber penghasilan yang baru, yaitu dengan meluangkan waktu di sela-sela mengurus rumah tangga untuk bekerja membantu suami mencari uang serta memotivasi suami agar tetap semangat dalam mencari nafkah.

5. Sabar
Sobat semua mencobalah untuk tetap bersabar ketika menemukan saat-saat yang sulit, bukan malah dijadikan alasan untuk bertengkar apalagi bercerai. Karena siapa tahu keadaan tersebut diberikan Alloh kepada sobat untuk menguji ketabahan dan kesabaran. Pengalaman saya kalau rejeki sedang seret malah suka optimis "mungkin Alloh menangguhkan rejeki kita untuk waktu dimana kita sedang menghadapi keperluan yang besar sehingga rejeki hari ini harus dikurangi karena pada dasarnya rejeki itu tetap hanya kadang-kadang diberikanya tidak sama pada setiap hari. Kalau hari ini kurang dari biasanya, maka selebihnya ditambahkan untuk hari esok atau lusa. Begitu sobat, ini yang saya rasakan lho bukan sok tahu tapi memang kata orang-orang tua juga begitu.

6. Ingat akan masa sulit pada saat subur
Maksud saya, pada saat sobat dianugerahi rejeki yang banyak jangan berpikir untuk poya-poya, tapi ingatlah setelah musim penghujan akan datang musim kemarau. Artinya, jangan menghabiskan uang dalam sekejap mentang-mentang lagi banyak, tetapi harus ingat takut-takut besok atau lusa rejeki kita menipis. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk menabung seperti yang sudah dipaparkan pada poin no 2.

7. Jadilah istri yang solehah
Istri yang solehah adalah bukan hanya istri yang selalu menuruti apa kata suami tapi lebih dari itu. Istri solehah juga selalu memberi motivasi yang tinggi dan tidak pernah mengeluh. Bahkan selalu menghibur suami di kala suami merasa sedih karena tidak bisa menafkahi keluarga sesuai yang diharapkan. Tindakan tersebut akan membuat suami makin sayang sama istri dan lebih bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Inilah beberapa tips dari saya. Semoga berhasil sobat! Jangan berpikir saya mengajarkan sobat semua apalagi yang sudah berpuluh-puluhuh tahun berumah tangga sudah pasti lebih mengetahui dan profesional dalam mengelola keuangan tapi kali aja ada yang bisa diterapkan. hehe...